LONDON - Pada saat penggalian tempat bersejarah di Leicestershire, desa Hallaton, Leicester, Inggris para arkeolog dan ilmuwan menemukan koin perak yang berasal dari masa 211 SM.
Koin perak yang amat langka tersebut diyakini sebagai mata uang tertua milik bangsa Roma. Pencarian menggunakan alat pendeteksi logam menemukan terdapat koin-koin yang diperkirakan berumur 2.221 tahun di antara 5.000 keping koin lainnya.
Satu keping koin tersebut ada yang dihiasi gambar tentara Roma dengan topi khasnya dan mangkuk perak yang unik. Sedangkan sisi lainnya terdapat gambar Dewi Roma menggunakan topi khas roma. Ada pula di sisi lainnya yang memperlihatkan karakter mistik kembar Castor dan Pollux yang tengah duduk menunggangi kuda. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Senin (1/2/2010).
David Sprason, anggota Leicestershire County Council menyebutkan, wilayah Leicestershire memiliki banyak peninggalan sejarah masa kerajaan Roma yang pernah digali secara profesional oleh para ilmuwan dan arkeolog Inggris.
"Menemukan koin mata uang Roma tentunya merupakan sesuatu yang amat berharga," kata Sprason.
Dia juga menambahkan, temuan ini mengindikasikan adanya hubungan antara wilayah Inggris dengan kerajaan Roma. Koin tersebut di duga dikeluarkan pemerintah Roma pada masa perang Hannibalic dan tiba di daratan Inggris melalui transaksi dari tangan ke tangan. Koin bersejarah tersebut kini menghuni Harborough Museum di Leicestershire untuk dirawat dan digunakan sebagai penelitian lebih lanjut.
(rah)
Senin, 01 Februari 2010
Minggu, 31 Januari 2010
Membaca Pikiran Orang dari Kaki....?
Anda ingin tahu apakah seseorang sedang gugup, berbohong atau menyukai lawan jenisnya, lihatlah kakinya.
Dulu pakar bahasa tubuh mengatakan bahwa kontak mata bisa membawa sebuah pesan pada orang lain, tapi kini tak hanya mata, tapi juga kaki. Melalui kaki, pikiran dan perasaan seseorang bisa diketahui. "Melalui kaki, kepribadian seseorang bisa terlihat. Kaki bisa mengatakan apa yang sedang dibicarakan dan dirasakan seseorang," ujar Geoffrey Beattie, psikolog dari Manchester University.
Menurut Beattie, kaki adalah bagian tubuh yang sering terlewatkan dari pandangan mata, padahal dari kaki pesan tubuh bisa dibaca dengan lebih jelas. Apa saja contohnya? "Jika Anda menyukai seorang pria dan sedang tertawa, kaki Anda akan bergerak dan membuat postur kaki terbuka, tapi jika Anda tidak tertarik pada seseorang, kaki Anda biasanya secara otomatis akan menyilang," jelas Beattle.
Menurut Beattie, kaki adalah bagian tubuh yang sering terlewatkan dari pandangan mata, padahal dari kaki pesan tubuh bisa dibaca dengan lebih jelas. Apa saja contohnya? "Jika Anda menyukai seorang pria dan sedang tertawa, kaki Anda akan bergerak dan membuat postur kaki terbuka, tapi jika Anda tidak tertarik pada seseorang, kaki Anda biasanya secara otomatis akan menyilang," jelas Beattle.
Dulu pakar bahasa tubuh mengatakan bahwa kontak mata bisa membawa sebuah pesan pada orang lain, tapi kini tak hanya mata, tapi juga kaki. Melalui kaki, pikiran dan perasaan seseorang bisa diketahui. "Melalui kaki, kepribadian seseorang bisa terlihat. Kaki bisa mengatakan apa yang sedang dibicarakan dan dirasakan seseorang," ujar Geoffrey Beattie, psikolog dari Manchester University.
Menurut Beattie, kaki adalah bagian tubuh yang sering terlewatkan dari pandangan mata, padahal dari kaki pesan tubuh bisa dibaca dengan lebih jelas. Apa saja contohnya? "Jika Anda menyukai seorang pria dan sedang tertawa, kaki Anda akan bergerak dan membuat postur kaki terbuka, tapi jika Anda tidak tertarik pada seseorang, kaki Anda biasanya secara otomatis akan menyilang," jelas Beattle.
Menurut Beattie, kaki adalah bagian tubuh yang sering terlewatkan dari pandangan mata, padahal dari kaki pesan tubuh bisa dibaca dengan lebih jelas. Apa saja contohnya? "Jika Anda menyukai seorang pria dan sedang tertawa, kaki Anda akan bergerak dan membuat postur kaki terbuka, tapi jika Anda tidak tertarik pada seseorang, kaki Anda biasanya secara otomatis akan menyilang," jelas Beattle.
Jumat, 29 Januari 2010
Konsumsi Nasi Picu Reaksi Alkohol Berlebihan
BEIJING - Ilmuwan menemukan bahwa reaksi tinggi terhadap alkohol atau biasa disebut flush reaction pada orang-orang Asia, dipicu oleh adanya mutasi gen yang disebabkan oleh konsumsi nasi.
Flush reaction merupakan respons negatif tubuh terhadap alkohol yang umum terjadi pada orang-orang Asia. Reaksi ini biasanya menimbulkan kulit meradang atau berjerawat. Para peneliti baru menemukan bahwa nasi yang menjadi bahan pangan pokok sebagian besar penduduk Asia bertanggung jawab menyebabkan mutasi gen yang memicu reaksi tersebut.
Data dari jurnal BMC Evolutionary Biology menemukan adanya beberapa versi gen yang bertanggung jawab terkait hal ini. Dari data tersebut diketahui bahwa kromosom ADH1B*47His Allele muncul bersamaan dengan masa ketika beras pertama kali dipanen di China Selatan.
Dalam studinya, Bing dan timnya dari Chinese Academy of Sciences meneliti 38 populasi yang dengan total individu sebanyak 2.275. Populasi yang diteliti tersebut termasuk warga China Han, Tibet dan etnik lainnya yang ada di China.
"Analisa molekuler menyebutkan kemunculan kromosom gen ADH1B*47His Allele terjadi sekira 10.000 hingga 7.000 tahun lalu. Distribusi geografis kromosom tersebut di Asia Timur konsisten dengan sejarah konsumsi nasi di China yang tertera pada sebuah situs bersejarah," kata Bing seperti dikutip dari Science Daily, Senin (25/1/2010).
Bing menjelaskan, data tersebut mengemukakan bahwa distribusi mutasi reaksi alkohol dapat dijelaskan dengan asal usul dan ekspansi budaya mengonsumsi nasi di zaman Neolitikum.
"Ini adalah salah satu dari sedikit kasus yang memperlihatkan adaptasi genetik populasi manusia ke perubahan drastis dalam kultur agraris dan diet selama masa Neolitikum," terangnya.
Beras difermentasikan untuk mengambil manfaat senyawa analgesik bercampur ethanol, serta efek disinfektan dan profound mind-altering. Sebagai tambahan, fermentasi tersebut dapat membantu mengawetkan dan meningkatkan nilai gizi pada makanan dan minuman. Bing dan timnya yakin bahwa respons flush reaction merupakan adaptasi untuk melawan efek negatif dari konsumsi alkohol.
"Setiap individu yang membawa ADH1B*47His Allele berisiko lebih rendah untuk mengonsumsi alkohol, sebagai reaksi negatif yang dapat mempengaruhi keiasaan minum, dan juga sebagai pelindung mereka dari kebiasaan minum berlebihan. Kromosom ini juga dapat melindungi organ mereka dari kerusakan yang diakibatkan konsumsi alkohol," tandasnya. (rah)
Flush reaction merupakan respons negatif tubuh terhadap alkohol yang umum terjadi pada orang-orang Asia. Reaksi ini biasanya menimbulkan kulit meradang atau berjerawat. Para peneliti baru menemukan bahwa nasi yang menjadi bahan pangan pokok sebagian besar penduduk Asia bertanggung jawab menyebabkan mutasi gen yang memicu reaksi tersebut.
Data dari jurnal BMC Evolutionary Biology menemukan adanya beberapa versi gen yang bertanggung jawab terkait hal ini. Dari data tersebut diketahui bahwa kromosom ADH1B*47His Allele muncul bersamaan dengan masa ketika beras pertama kali dipanen di China Selatan.
Dalam studinya, Bing dan timnya dari Chinese Academy of Sciences meneliti 38 populasi yang dengan total individu sebanyak 2.275. Populasi yang diteliti tersebut termasuk warga China Han, Tibet dan etnik lainnya yang ada di China.
"Analisa molekuler menyebutkan kemunculan kromosom gen ADH1B*47His Allele terjadi sekira 10.000 hingga 7.000 tahun lalu. Distribusi geografis kromosom tersebut di Asia Timur konsisten dengan sejarah konsumsi nasi di China yang tertera pada sebuah situs bersejarah," kata Bing seperti dikutip dari Science Daily, Senin (25/1/2010).
Bing menjelaskan, data tersebut mengemukakan bahwa distribusi mutasi reaksi alkohol dapat dijelaskan dengan asal usul dan ekspansi budaya mengonsumsi nasi di zaman Neolitikum.
"Ini adalah salah satu dari sedikit kasus yang memperlihatkan adaptasi genetik populasi manusia ke perubahan drastis dalam kultur agraris dan diet selama masa Neolitikum," terangnya.
Beras difermentasikan untuk mengambil manfaat senyawa analgesik bercampur ethanol, serta efek disinfektan dan profound mind-altering. Sebagai tambahan, fermentasi tersebut dapat membantu mengawetkan dan meningkatkan nilai gizi pada makanan dan minuman. Bing dan timnya yakin bahwa respons flush reaction merupakan adaptasi untuk melawan efek negatif dari konsumsi alkohol.
"Setiap individu yang membawa ADH1B*47His Allele berisiko lebih rendah untuk mengonsumsi alkohol, sebagai reaksi negatif yang dapat mempengaruhi keiasaan minum, dan juga sebagai pelindung mereka dari kebiasaan minum berlebihan. Kromosom ini juga dapat melindungi organ mereka dari kerusakan yang diakibatkan konsumsi alkohol," tandasnya. (rah)
Langganan:
Postingan (Atom)
